Bersaing dengan Perusahaan Besar Bukan Alasan untuk Mundur

Dalam memulai sebuah usaha, pelaku usaha perlu mempertimbangkan dengan matang segala aspek dari bisnis yang akan dijalankan, baik dari segi keuntungan, kerugian serta prospek bisnis untuk jangka waktu panjang. Hal ini dilakukan agar usaha atau bisnis yang dijalankan tidak akan berhenti di tengah jalan dikarenakan kurangnya pertimbangan dari pelaku usaha. Berbeda dengan sebelumnya, dalam era dimana teknologi telah berkembang pesat seperti sekarang ini, tidak ada lagi batasan dalam dunia bisnis. Semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk dapat memulai usahanya sendiri, baik usaha kecil, menengah dan bahkan besar. Tetapi sekali lagi, pertimbangan dari berbagai aspek sangat diperlukan sebelum memulai usaha.

Ketika berbicara soal bisnis atau usaha, hal yang pertama kali muncul dalam pertimbangan adalah bagaimana cara agar usaha yang akan dijalankan dapat bersaing, tertutama dengan nama-nama besar yang telah ada sebelumnya. Apalagi jika ingin merintis nama bisnis dari awal, tentu saja perasaan takut memulai akan dirasakan oleh calon pelaku usaha. Hal inilah yang seringkali membuat calon pelaku usaha mengurungkan niatnya untuk merealisasikan ide usaha.

Lalu bagaimanakah sebuah usaha kecil dapat bersaing dengan usaha besar yang telah stabil?

Ada dua faktor yang perlu diperhatikan ketika ingin menyelam dalam pasar bebas seperti ini, yaitu faktor internal dan eksternal. Adapun faktor internal yang dimaksud adalah diri pelaku usaha itu sendiri. Dalam menjalankan sebuah usaha, faktor penggerak utama dari usaha tersebut adalah sang pelaku usaha. Maka dari itu kualitas pelaku usaha perlu ditingkatkan sehingga usaha tidak akan tetap berada pada di titik yang sama bahkan dapat mengalami penurunan hingga dapat berakibat gulung tikar. Untuk menjadi pelaku usaha atau pengusaha yang memiliki kepribadian yang unggul, bukan sesuatu yang bisa didapatkan saat lahir ataupun secara instan, melainkan harus dibentuk, dievaluasi dan memerlukan perbaikan terus-menerus. Banyak hal yang menjadi poin penting pembentukan menjadi pribadi lebih unggul dari seorang pengusaha yang akan dijelaskan sebagai berikut.

  1. Open minded person

Menjadi seorang pengusaha dituntut untuk selalu berpikir terbuka. Karena kita berada di lingkungan yang pluralis, dan dinamis. Bersosialiasilah dengan lingkungan baru, update mengenai tren-tren baru di dunia usaha. Jadikan sebuah perubahan di luar bukan sebagai ancaman, tapi sebagai teman yang dapat diandalkan untuk berjalan maju ke depan. Selalu mengedepankan pemikiran yang terbuka terhadap segala masukan yang ada.

  • Positive person

Menjadi orang yang berpikir positif juga sangat diperlukan dalam dunia bisnis. Karena dengan begitu, langkah yang diambil akan terasa lebih ringan serta dapat mengatasi hambatan yang menghalangi usaha. Menjadi positif juga dapat memberikan suasana kerja yang baik terhadap sesama rekan kerja. Sehingga kedepannya, ide-ide baru untuk mengembangkan usaha akan terus bermunculan.

  • Sikap pantang menyerah sebelum mencapai tujuan

Hal ini juga sangat perlu diterapkan agar memaksa diri kita juga sebagai orang bermental pemenang, yang akan berjuang terus sebelum tujuannya tercapai. Dalam hal ini ambisi sangat diperlukan dalam diri seorang pelaku usaha.

  • Tegas terhadap diri sendiri

Tegas terhadap diri sendiri berkaitan dengan kesungguhan pelaku usaha terhadap komitmen  dalam mengembangkan usaha.

  • Manajemen waktu yang baik

Dengan memiliki manajemen waktu yang baik serta berkomitmen untuk mematuhinya, diharapkan akan membuat kualitas diri dan kualitas hidup pelaku usaha akan semakin bagus pula. Hubungan dengan lingkungan sekitar juga akan semakin baik, dukungan akan diperoleh dengan sendirinya yang pada akhirnya akan mempengaruhi kinerja pelaku usaha menjadi semakin positif tanpa disadari secara langsung. Karena itu merupakan hasil dari proses yang berkesinambungan dan berkelanjutan

Selanjutnya ketika telah berhasil menciptakan pribadi pelaku usaha yang ideal, faktor-faktor eksternal juga perlu diperhatikan. Adapun bagian-bagiannya adalah sebagai berikut.

  1. Inovasi

Dibalik kesuksesan sebuah usaha terdapat sebuah ide baru yang menjanjikan. Memasuki pasar usaha memerlukan inovasi, dimana inovasi ini tidak akan bisa didapatkan dalam waktu singkat. Tetapi berinovasi saja tidaklah cukup. Konsistensi ide juga diperlukan saat akan memulai sebuah usaha.

Seperti yang bisa kita lihat dari perusahaan besar seperti McDonald, dua bersaudara yang merupakan founder dari gerai makanan cepat saji itu berinovasi dengan membuat fast food yang memiliki self-service dan burger yang akan tetap hangat dibawah lampu pemanas, sehingga mereka dapat menyajikan makanan dengan cepat dan murah kepada konsumen. Idenya sangat cemerlang karena pada saat itu belum ada yang pernah melihat hal seperti ini. Tetapi kedua bersaudara itu tidak berpegang teguh pada idenya hingga Ray Kroc yang mempercayai ide tersebut akan sukses mengambil alih kemudian mengembangkan waralaba McDonalds hingga bisa sebesar sekarang.

  • Pelayanan Pelanggan

Perusahaan besar biasanya tidak terlalu memperhatikan customer service dan customer support miliknya. Saat telah berkecimpung di dunia bisnis selama lebih dari 20 tahun dengan menggunakan system praktis, perusahaan-perusahaan besar tersebut akan kehilangan cara untuk memuaskan pelanggan. Perusahaan besar tidak akan mengerti apa yang diinginkan pelanggan seiring berkembangnya jaman.

Usaha kecil dapat mengambil keuntungan dari kelemahan ini. Ambil contoh dari Lightricks Customer Service. Sejak awal dibentuk, mereka selalu mengedepankan customer service dan customer support untuk memuaskan pelanggan. Dan inilah yang harus dilakukan untuk memulai usaha kecil. Meluangkan waktu untuk mendengarkan keinginan pelanggan telah membuktikan bahwa kamu perduli dengan mereka dan kamu sangat menghargai mereka sebagai pelanggan. Disaat inilah perusahaan besar yang bersaing akan kehilangan pelanggan sedikit demi sedikit dan kamu dapat membentuk koneksi kuat terhadap kelompok pelanggan barumu.

  • Scrappy Social Media

Untuk membentuk strategi scrappy social media, perlu dilakukan hal-hal berikut.

Pertama, perhatikan sekitar. Pesaingmu menjadi saingan karena sesuatu dan terkadang mereka adalah sumber inspirasi terbesar.

Kedua, pikirkan bagaimana cara memenangkan hati pelanggan. Scrappy social media bukan berarti harus memiliki halaman media sosial yang terlihat paling bagus. Yang terpenting dapat menarik pelanggan untuk mencintai usaha kalian secara emosional (mungkin seperti meme) dan itu sudah cukup.

Ketiga, gunakan video marketing untuk memikat pelanggan. Media sosial saat ini adalah tempat dimana orang-orang menyukai konten dalam bentuk video.

Terakhir, saat sedang mengembangkan pengikut, jangan lupa untuk selalu berhubungan baik dengan mereka. Mereka inilah yang kemungkinan kedepannya akan menjadi pelanggan tetap.

  • Partner Up

Cara lain agar bisnis kecil dapat bersaing dengan perusahaan besar adalah dengan bermitra. Dua bisnis yang letaknya berdekatan dapat bekerja sama dalam mempromosikan usahanya sehingga pelanggan akan datang ke kedua tempat tersebut. Atau bisa juga mereka bekerja sama untuk membayar sesuatu yang sebelumnya tidak bisa dibeli masing-masing.

Usaha kecil selalu memiliki keunikan tersendiri yang nantinya dapat membantu mengembangkan bisnis tersebut menjadi waralaba besar. kuncinya adalah terus berinovasi dan tetap konsisten dengan ide-ide serta rencana yang dimiliki sejak awal. Terakhir, jangan pantang menyerah dengan hambatan-hambatan yang akan dihadapi kedepannya.

By creating a unique, personalized experience for your customers, you’ll offer something your much bigger competitors never can.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started